Jakarta.Panjinasionalnews.com.Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT).Kali ini yang menjadi targetnya di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal ini dibenarkan dan diungkapkan Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo,bahwa operasi ini berkaitan dengan dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa, termasuk yang bersumber dari Dana Siap Pakai (DSP) untuk penanganan bencana di lingkungan BNPB.(Dilansir dari berbagai sumber CNN /liputan6 /Humas KPK).

“Kegiatan penyelidikan ini diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan BNPB, di antaranya yang menggunakan dana siap pakai untuk kebencanaan. Hal ini masih terus kami dalami,” ujar Budi pada konferensi pers, Selasa (13/10) malam.
Salah satu yang diamankan dalam OTT KPK ini adalah Sekretaris Utama BNPB, Rustian, bersama pejabat pembuat komitmen (PPK) dan sejumlah pihak swasta.Dan jumlah orang yang diamankan KPK ada14 orang. Mereka terdiri dari Sekretaris Utama (Sestama) BNPB, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan barang dan jasa, sejumlah pegawai atau tenaga ahli di BNPB, serta pihak swasta.
Tim penyidik KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai dan logam mulia. “Untuk uang tunai, perhitungan awal oleh tim mencapai sekitar Rp1,4 miliar,” terang Jubir KPK Budi Prasetyo
Lebih lanjut Budi belum dapat merinci nilai nominal maupun jumlah pasti dari logam mulia tersebut karena masih dalam proses penghitungan oleh tim penyidik.
“Mengenai detail pengadaan barang dan jasa serta dana tersebut digunakan untuk bencana apa, nanti akan kami sampaikan secara rinci saat konferensi pers,” jelasnya.









