Madiun.Panjinasionalnews.com.Untuk mencegah dan mengantisipasi lonjakan inflasi menjelang akhir tahun,Pemerintah Kota Madiun menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) High Level Meeting (HLM) Triwulan III yang diselenggarakan di GCIO, Senin (3/11).
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan BI Kediri Wihujeng Ayu Rengganis Plh. Dalam forum diskusi tersebut, Wali Kota Madiun Dr. Maidi menjelaskan bahwa rapat ini membahas potensi inflasi yang kerap terjadi di akhir tahun. Khususnya saat Natal dan Tahun Baru.
‘’Natal dan Tahun Baru itu hampir bersamaan. Biasanya terjadi inflasi, makanya tatkala barang tidak kita siapkan dengan baik ya akan menuju ke sana,” ujar wali kota.
Untuk mengatasi hal ini, Pemkot Madiun telah menyiapkan sejumlah strategi. Salah satunya adalah dengan memastikan ketersediaan stok barang kebutuhan pokok. (Dilansir dari Sumber Prokopim).
“Biar tidak menuju ke sana, barang kita siapkan yang banyak karena saat itu permintaan banyak,” ujarnya.
Adapun strategi yang diambil adalah dengan mengontrol bahan baku cabai, bawang merah, bawang putih, dan tomat. Selain itu, Pemkot Madiun juga terus mengoptimalkan peran Warung Tekan Inflansi (wartek) dan Koperasi Merah Putih sebagai penyangga stabilitas harga.
“Warteg hari ini sudah kita buka semua. Mulai sekarang sama koperasi merah putih itu kita buka,” kata wali kota Dr. Maidi.
Untuk memenuhi kebutuhan pasokan, Pemkot Madiun juga menjalin kerjasama dengan daerah lain. Bahkan, Pemkot berencana membuka Memorandum of Understanding (MOU) dengan kelompok tani di daerah Sarangan. Hal itu salah satunya untuk memasok sayur dengan harga yang telah disepakati selama satu tahun.
“Jadi harga pasar sudah tidak kita gunakan, kita menggunakan harga MOU,” pungkasnya.
Dengan berbagai langkah strategis ini, Pemkot Madiun optimis dapat menjaga stabilitas harga dan mencegah inflasi di akhir tahun, demi kesejahteraan masyarakat.(***)









