Madiun.Panjinasionalnews.com.Dalam upaya menanamkan nilai-nilai kejujuran dan integritas sejak dini, Pemerintah Kota Madiun melalui Inspektorat Kota Madiun menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Korupsi di lingkungan SMP Negeri se-Kota Madiun.Sosialisasi Pendidikan Anti-Korupsi (PAK) di sekolah merupakan proses pembelajaran dan penguatan integritas untuk membangun karakter serta budaya anti-korupsi sejak dini.Dan untuk kegiatan sosialisasi PAK ini dilaksanakan di SMP N 8 Kota Madiun.

Menurut keterangan Kepala SMP N 8 Kota Madiun ,Nunuk Setyawati,S.Pd.bahwa Sosialisasi ini menghadirkan Plt Wali Kota Madiun Bagus F Panuntun,Kepala Inspektorat beserta jajaran sebagai narasumber. Melalui kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai bahaya korupsi, pentingnya menjaga integritas, serta bagaimana menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Sambil menjalin dialog interaktif dengan semua siswa SMPN 8 Madiun yang berlangsung akrab dan menarik peserta ( dengan jawa dan bahasa indonesia),Plt Walikota Madiun Bagus F Panuntun menyampaikan materi PAK ini cukup menarik perhatian siswa.Para siswa diajak berdialog interaktif dan dberikan pemaham definisi,bentuk/contoh dan pencegahan terkait korupsi di lingkungan sekolah.Adapun tujuan sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi (PAK) di SMP N 8 Madiun ini,menurut Plt Walikota Madiun adalah :
• Membangun Pemahaman: Mengenalkan bentuk-bentuk korupsi, dampak negatifnya bagi masyarakat, serta aturan dan larangan terkait.
• Mengubah Sikap: Menanamkan kesadaran moral agar siswa menolak segala bentuk kecurangan.
• Membentuk Keterampilan: Melatih siswa berani bersikap jujur dan mengambil keputusan yang berintegritas dalam keseharian.
Berikut ringkasan materi sosialisasi yang disampaikan Plt Walikota Madiun Bagus F Panuntun di sekolah SMP N 8 Madiun yang berfokus pada nilai-nilai integritas utama:
1. Jujur (berkata dan bertindak sesuai kebenaran, tidak menyontek)
2. Disiplin (taat pada aturan dan waktu)
3. Tanggung jawab (siap menerima konsekuensi atas tindakan)
4. Kerja keras (berusaha melalui proses, bukan jalan pintas)
5. Sederhana (hidup tidak berlebihan)
6. Mandiri (tidak bergantung secara tidak sehat kepada orang lain)
7. Adil (tidak pilih kasih)
8. Berani (berani berkata benar dan menolak hal yang salah)
9. Peduli (memperhatikan lingkungan dan hak orang lain)
“Anak itu merupakan jimat orang tua.Siapa tau jimat itu apa ?Anak laki-lakj itu jimatnya orang tua.Ibukmu ojo mbok opas-apusi ae.Ibukmu iku,nek jujur kabeh diwenehne,” ujar Plt Walikota Madiun.
Pada kegiatan Sosialisasi Pendidikan Anti Korupsi ini,Plt Walikota Madiun memberikan penekanan khusus,bahwa Pendidikan Anti Korupsi tidak hanya sebatas memberikan pemahaman tentang aturan dan larangan, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar terbiasa bersikap jujur dan bertanggung jawab. Hal-hal sederhana seperti tidak menyontek, berani berkata benar, tidak mengambil hak orang lain, dan disiplin dalam menjalankan tanggung jawab merupakan bagian dari penerapan nilai antikorupsi.
Disesi terakhir,Plt Walikota Madiun meminta para siswa mengucapkan IKRAR MENJADI ANAK YANG HEBAT.Pesan walkot :”Siapa yang ingin bercita-cita menjadi pemimpin.Karena laki-laki itu harus berjiwa pemimpin.”
Berikut ikrar janji jadi anak hebat :
1.saya berjanji berani untuk selalu jujur
2.saya berjanji berani berkata benar
3.saya tidak akan mencontek
4.saya tidak akan mengambil apa yang bukan menjadi hak saya
5.generasi menjadi generasi berintegritas dari seorang diri mulai berani membangun Indonesia bebas dan kondusif Semoga Tuhan melindungi kita
“Bercita-citalah setinggi langit.semoga menjadi ansk sukses dan membanggakan orang tua ,serta tetap mengingat jimat itu,”pungkasnya.
Menutup kegiatan ini,Kepala SMP N 8 Madiun ,Nunuk Setyawati,S.Pd berharap kiranya melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar SMP Negeri se-Kota Madiun khususnya siswa SMP N 8 Kota Madiun dapat menjadi generasi muda yang memiliki karakter kuat, menjunjung tinggi kejujuran, serta memiliki kepedulian terhadap upaya pencegahan korupsi.Membangun budaya antikorupsi harus dimulai sejak dini. Karena masa depan yang bersih dan berintegritas berawal dari generasi muda yang jujur hari ini.(Warti).









