Magetan.Panjinasionalnews.com.Kondisi atap di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karas 1, Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, memicu kekhawatiran pihak sekolah dan orang tua murid. Pasalnya, susunan genteng pada bangunan sekolah tersebut tampak mulai meliuk dan tidak presisi, padahal proyek rehabilitasi gedung baru selesai dilaksanakan sekitar dua hingga tiga tahun yang lalu.
Berdasarkan pantauan di lokasi, gelombang pada susunan genteng terlihat di beberapa titik bagian atap. Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan kegiatan belajar mengajar, terlebih jika memasuki musim hujan atau terjadi angin kencang. Pihak wali murid mengkhawatirkan keselamatan anak-anak mereka saat beraktivitas di dalam kelas.
“Baru sekitar dua atau tiga tahun kemarin selesai direhab oleh pihak kontraktor, tetapi sekarang kondisi gentengnya sudah kelihatan meliuk-liuk. Tentu kami khawatir kalau sampai ambrol atau gentengnya jatuh menimpa anak-anak,” ujar salah satu perwakilan orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.
Hingga saat ini, pihak sekolah dan masyarakat berharap ada perhatian serta tindak lanjut dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Magetan maupun pihak kontraktor pelaksana untuk melakukan pengecekan ulang. Langkah perbaikan atau evaluasi teknis dinilai mendesak guna memastikan struktur atap aman dan tidak mengancam keselamatan para siswa serta tenaga pendidik.
Menanggapi laporan tersebut, Kadin Dikpora Kabupaten Magetan, Suhardi menyampaikan pihaknya akan menerjunkan tim teknis untuk melakukan pengecekan secara langsung. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi bangunan sekaligus memastikan sumber anggaran pembangunan atau rehabilitasinya.
“Saya akan terjunkan tim teknis terlebih dahulu bersama teman-teman untuk mengecek ke lapangan. Kita crosscheck kondisi sesungguhnya seperti apa dan alurnya seperti apa. Sumber anggarannya juga akan dipastikan, apakah dari revitalisasi, APBD, atau aspirasi,” jelas Kepala Dikpora Magetan.
Menurutnya, aspek keselamatan siswa menjadi perhatian utama dalam penanganan kondisi bangunan sekolah. Setelah pemeriksaan dilakukan, pihak dinas akan mengumpulkan data teknis dan berkoordinasi dengan pihak terkait.(Hq)









