Pemkot Madiun Akan Lakukan Pengelolaan Sektor Parkir Melalui Pelelangan Tim PBJ

Madiun.Panjinasionalnews.com.Pemerintah Kota Madiun bersama Dinas Perhubungan (Dishub) melalui Tim Dishub Bagian Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) mematangkan rencana pengelolaan parkir tepi jalan umum melalui persiapan lelang tahun 2026. Rapat dipimpin Plt Walikota Madiun F.Bagus membahas penerapan sistem parkir yang diharapkan dapat meningkatkan transparansi pengelolaan parkir, menertibkan titik parkir, dan tetap memberikan kenyamanan bagi warga.

Dalam catatan yang ada,data pengelolaan parkir TJU, setiap tahunnya sudah di kelola oleh PT JatiMongal 2019 dilanjutkan oleh CV Nava Lintang dari tahun 2021. Kemudian pada 2022 dikelola oleh PT Global Parkir Nusantara. Tahun 2023 sempat dikelola oleh CV Rizky Cipta Mandiri, namun kontrak dihentikan sebelum masa berakhir. Sementara pada 2024 sampai 2025, lelang pengelolaan parkir tidak berjalan karena tidak ada penawar dan diindikasi pendapatan sektor parkir tidak sesuai target meskipun dikelola langsung oleh Dinas Perhubungan.

Untuk memaksimalkan pendapatan sektor parkir memenuhi target tahun 2026, maka Pemkot Madiun berencana kembali melelang pengelolaan parkir tepi jalan umum. Lelang tersebut mencakup pengelolaan parkir di 60 ruas jalan dengan total 237 titik parkir serta melibatkan sekitar 366 juru parkir. Pelaksanaan tersebut direncanakan berlangsung pada akhir Maret atau awal April mendatang.

“Kami tidak hanya melihat dari sisi pendapatan, tetapi juga dampak sosialnya. Karena itu kami mempertimbangkan sistem parkir agar lebih transparan dan meminimalkan konflik di lapangan,” ujarnya.

Dengan begitu, ia menambahkan pemerintah tetap akan menyiapkan proses lelang sesuai dengan ketentuan yang berlaku agar pengelolaan parkir dapat berjalan lebih tertib dan profesional.

“Lelang tetap kami siapkan sesuai aturan. Harapannya pengelolaan parkir di Kota Madiun bisa lebih tertata dan transparan, serta tetap memberi manfaat bagi masyarakat dan para juru parkir,” tambahnya.

Selain membahas pengelolaan parkir, rapat juga menyinggung sejumlah hal lain, di antaranya dukungan tambahan dua bus untuk program mudik gratis dari pihak swasta dengan kapasitas sekitar 100 orang. Lebih lanjut, pemerintah juga menyiapkan dua pos pelayanan di kawasan Jalan Pahlawan dan Alun-Alun yang mulai difungsikan pada 11 Maret.

Dengan disiapkannya lelang pengelolaan parkir dan langkah-langkah pendukung lainnya, Pemkot Madiun menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengelolaan parkir tepi jalan yang tertib, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi warga, sekaligus memastikan layanan publik berjalan lancar dan aman bagi seluruh masyarakat.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *