Momen Bersejarah Peringatan 47 Tahun SMPN 6 Madiun:”Bersinar Dalam Iman, Bertumbuh Dalam Karya, dan Bersama Meraih Bahagia”

Madiun.Panjinasionalnews.com.SMPN 6 Madiun telah lama mendukung pencak silat sebagai warisan budaya di Kota Madiun. Identitas Pencak Silat yang melekat kuat membuat ajang Kejuaraan Kota (Kejurkot) IPSI selalu menjadi menu wajib dalam setiap perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) sekolah di tahun-tahun sebelumnya. Namun, ada yang berbeda pada peringatan HUT ke 47 ini. Demi menjaga ritme belajar murid di bidang akademik, pihak sekolah mengambil langkah strategis dengan tidak menyelenggarakan Kejurkot Pencak Silat dalam rangkaian HUT kali ini. Padatnya kegiatan di kalender akademik serta persiapan intensif menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) menjadi pertimbangan utama. Dimana Sekolah berkomitmen agar konsentrasi murid, terutama kelas IX, tidak terpecah.

Ketidakhadiran Kejurkot tidak mengurangi kemeriahan HUT ke 47. Tepat pada Rabu (1/4) 2026, SMPN 6 Madiun menginjak usia yang ke-47. Sebuah usia yang matang, sebuah angka yang melambangkan ketangguhan. Mengusung tema besar “Bersinar dalam Iman, Bertumbuh dalam Karya, Bersama Meraih Bahagia”.Dan momen perayaan ini tidak hanya dirancang sebagai pesta pora, melainkan sebagai momentum refleksi spiritual dan unjuk kreativitas.

 

Bersinar dalam Iman: Fondasi di Atas Segalanya

Sesuai dengan pilar pertama tema tahun ini, “Bersinar dalam Iman”, acara HUT ke-47 SMPN 6 Madiun mengadakan kegiatan Simaan Qur’an. Kegiatan tersebut diharapkan menumbuhkan rasa cinta murid kepada Al-Qur’an dan membiasakan untuk membaca serta memaknai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Sebanyak 150 murid telah mendapatkan sertifikat khotmil qur’an dan siap mengukir prestasi dalam bidang keagamaan. Kepala SMPN 6, Emi Munawaroh, S.Pd,. M.Pd. menekankan bahwa prestasi akademik setinggi apa pun akan hambar jika tidak dilandasi oleh iman yang kuat.

 

Kegiatan sholawatan bersama ini menjadi puncak sekaligus ruh utama dari rangkaian HUT ke-47. Acara ini dihadiri oleh K.Anas Mubayin, S.Pd.I.,M.Pd.,Gr. pengasuh Pondok Pesantren Darunnajah Madiun dan juga tokoh penting Dinas Pendidikan Kota Madiun termasuk Slamet Hariyadi, S.Pd.,M.Pd., selaku Kabid Kurikulum dan sastra Dinas Pendidikan Kota Madiun dan Warron Budianto, S.Pd., M.Pd., selaku kasi SMP Dinas Pendidikan Kota Madiun. Turut hadir pula Endang Liliek Utami,S.Pd.,M.Pd., selaku Koordinator Pengawas SMP Kota Madiun serta Rini Hastuti,S.Pd.,M.Pd., selaku Pengawas SMP Kota Madiun. Kegiatan ini bukan sekadar seremonial biasa, tetapi momen ini menjadi oase spiritual di tengah padatnya aktivitas akademik dan hiruk-pikuk persiapan masa depan siswa.

Lantunan sholawat yang diiringi oleh grup hadrah sekolah tidak hanya menggetarkan telinga, tetapi juga meresap ke dalam sanubari. Setiap bait yang dibawakan menjadi pengingat bagi seluruh warga sekolah bahwa di atas segala prestasi duniawi, keberkahan adalah tujuan utama yang harus dikejar.

Namun, ada sisi menarik yang menunjukkan betapa kuatnya rasa kekeluargaan di SMPN 6 Madiun. Di saat gema sholawat berlangsung di aula, para siswa yang beragama non muslim juga turut menyemarakkan suasana syukur ini dengan cara mereka sendiri.

Mereka berkumpul di ruang perpustakaan untuk memanjatkan doa syukur dan permohonan berkat bagi kemajuan sekolah tercinta. Meskipun menjalankan tata cara ibadah yang berbeda, mereka hadir dengan semangat yang sama yaitu menyukseskan HUT ke-47 dan mendoakan harmoni bagi seluruh keluarga besar Spensix

“Kami ingin mencetak generasi yang tidak hanya cerdas dalam pengetahuan, namum juga memiliki Iman yang menjadi pondasi di tengah badai dunia digital yang serba cepat ini” ujar Kepala SMPN 6 Madiun.

Bertumbuh dalam Karya: Membangun Kreativitas Tak Terbatas

Mengusung pilar ”Bertumbuh dalam Karya”, para murid diuji kreativitas dalam membuat tumpeng dengan isi makanan ringan yang bervariasi. Mereka tampak bahu-membahu menyusun satu demi satu jajanan. Walau tersusun dari beraneka macam jajan tapi makna tumpeng tidak lepas dari kegiatan ini. Bentuk yang mereka sajikan adalah kerucut yang melambangkan rasa syukur atas pencapaian selama 47 tahun.

Selain itu pemilihan putra putri Spensix periode 2026/2027 juga menjadi acara penting. Setelah melalui beberapa tahapan ,para kandidat menunjukkan aksi bakatnya pada puncak acara HUT ke 47. Ada yang bernyanyi, qiro’ah, dan ada pula yang menampilkan gerakan lincah pencak silat. Pemilihan periode 2026/2027 ini terasa sangat kompetitif. Setiap kelas mengirimkan perwakilan terbaiknya yang telah melalui proses seleksi ketat sejak dua hari sebelumnya.

 

Melalui lomba ini, SMPN 6 Madiun berhasil membuktikan bahwa “karya” tidak harus dari pena dan buku. Kreativitas bisa lahir dari nampan-nampan jajanan, harmoni suara dan gerak “.

Bersama meraih Bahagia: Harmoni dalam Cinta dan Kebersamaan

Kebahagiaan yang terwujud dalam perayaan HUT SMPN 6 ke-47 tidak hanya dirayakan secara individu, melainkan secara kolektif dalam keselarasan cinta menuju kebahagiaan bersama. Melalui aksi donor darah dan pemberian santunan murid, sekolah ini membuktikan bahwa perayaan terbaik adalah dengan berbagi kepada sesama. Untuk itu pihak sekolah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Madiun, ruang UKS disulap menjadi unit donor darah sejak pagi hari. Antusiasme terlihat jelas dari deretan antrean yang terdiri dari para guru dan staf.

 

“Ini adalah bentuk cinta kami untuk kemanusiaan. Di hari lahir sekolah kami, kami ingin memberikan sesuatu yang paling berharga, yaitu kehidupan bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Arief Hidayat, S.Pd.

Selain aksi donor darah juga ada pemberian santunan untuk siswa. Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh kepala sekolah,serta perwakilan dari Dinas Pendidikan. Suasana hening sejenak menyelimuti aula saat satu per satu siswa maju. Bukan soal nilai nominalnya, melainkan pesan bahwa di sekolah ini, tidak ada yang berjuang sendirian, kita adalah satu keluarga yang saling menopang.

“Harmoni itu terjadi ketika kita bisa merasakan kesulitan orang lain dan bergerak untuk membantunya. Hari ini, SMPN 6 Madiun bukan hanya merayakan usia, tapi merayakan kemanusiaan,” tutur Kepala SMPN 6, Emi Munawaroh, S.Pd,. M.Pd dalam pidatonya yang menyentuh.

Di zaman yang semakin kompetitif ini, SMPN 6 Madiun memilih untuk tetap berpegang pada iman sebagai jangkar, karya sebagai layar, dan kebersamaan sebagai bahan bakar untuk meraih kebahagiaan sejati. Perayaan HUT SMPN 6 Madiun yang begitu meriah namun tetap khidmat ini adalah bukti perwujudan pendidikan yang tetap berpegang teguh pada kekuatan keimanan.

Saat murid kembali ke sekolah esok pagi, semangat dari pilar-pilar tema perayaan ini diharapkan memberikan bekas yang tak akan pudar, bahkan terus bertumbuh pada diri setiap murid. SMPN 6 Madiun telah membuktikan bahwa kebahagiaan tertinggi bukanlah saat berdiri sendirian di puncak prestasi, melainkan saat kita mampu bersinar karena iman, bertumbuh melalui karya yang bermanfaat dan meraih kebahagiaan itu bersama-sama sebagai satu keluarga besar

Selamat Ulang Tahun ke-47, SMP Negeri 6 Madiun.Teruslah bersinar, teruslah bertumbuh, dan tetap mengukir prestasi di sepanjang perjalanan.

“Mari kita Songsong Era Generasi Indonesia Emas 2045 , Untuk Membangun NKRI Menjadi Negara Maju Bersiap Bersaing Di Era Globalisasi Modern ini…!!!”

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *