Madiun.Panjinasionalnews.com.Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) menggelar kegiatan strategis mengenai sinkronisasi dana transfer, pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), serta insentif pajak dan retribusi daerah. Acara ini berlangsung pada Rabu, 18 Februari 2026, bertempat di Ballroom Hotel Red Top, Jakarta.(Dilansir dari sumber: Prokopim).
Dalam sambutannya, Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., memaparkan secara rinci mengenai urgensi acara ini.
Bupati menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk menyelaraskan regulasi pusat dan daerah terkait tata kelola keuangan. Mengingat aturan dana transfer dari pemerintah pusat sering kali mengalami pembaruan, Pemkab Madiun perlu memastikan bahwa pengalokasian TPP bagi ASN serta pemberian insentif pajak dan retribusi daerah berjalan sesuai koridor hukum, akuntabel, dan tepat sasaran. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kendala administrasi maupun hukum di kemudian hari.
Lebih lanjut, Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, menaruh harapan besar bahwa kegiatan sinkronisasi ini tidak sekadar menjadi agenda administratif rutin. Bupati Madiun berharap melalui pertemuan ini, tercipta keselarasan pandangan antara kebijakan pusat dan daerah, sehingga pengelolaan keuangan daerah semakin akuntabel dan transparan.
Secara khusus, Bupati Madiun menekankan bahwa pemberian TPP yang tepat waktu dan tepat sasaran diharapkan mampu menjadi stimulus bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Madiun untuk terus meningkatkan produktivitas dan kualitas pelayanan publik. Selain itu, dengan adanya formula insentif pajak dan retribusi daerah yang lebih matang, diharapkan dapat memacu optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai motor penggerak pembangunan di Kabupaten Madiun yang lebih mandiri dan berkelanjutan.
“Saya berharap, dengan sinkronisasi ini, tidak ada lagi keraguan dalam eksekusi anggaran. Kita ingin hak-hak pegawai terpenuhi dengan baik, namun tetap berada dalam koridor hukum yang sah, demi Madiun yang lebih maju,” pungkas H. Hari Wuryanto.(***).









