Madiun.Panjinasionalnews.com.Gemuruh sholawat dan sorak-sorai keceriaan memecah keheningan di ufuk timur Kota Madiun slama pekan ini. Dimana SMP Negeri 11 Madiun, sekolah yang akrab disapa dengan julukan “SMP Bintang Timur”, baru saja mematri tonggak sejarah baru dalam peringatan Hari Ulang Tahunnya yang ke-47 Tahun. Menurut keterangan Kepala SMPN 11 Madiun, Moch. Agus Setiono, S.Si., M.Pd,bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan angka, tetapi momentum ini menjadi panggung besar bagi sekolah untuk mendeklarasikan jati dirinya sebagai kawah candradimuka bagi generasi pemimpin masa depan.

Adapun serangkaian Perjalanan perayaan dimulai pada Senin, 9 Februari 2026, saat koridor sekolah berubah menjadi arena adu intelegensi melalui Lomba Cerdas Cermat (LCC) antarkelas. Namun, yang menarik perhatian bukan hanya ketajaman berpikir para siswa. Di sudut aula, pemandangan unik tersaji ketika para orang tua yang tergabung dalam Paguyuban Kelas turut terjun langsung dalam lomba menghias kue tart. Jemari cekatan para ibu yang lihai mengukir krim di atas bolu menciptakan visualisasi doa dan harapan bagi sekolah, mempertegas bahwa sinergi antara pihak institusi dan orang tua adalah fondasi kokoh yang telah menjaga SMPN 11 selama hampir lima dekade.

Semangat kompetisi tersebut kemudian bertransformasi menjadi energi fisik yang meluap pada Selasa pagi, 10 Februari 2026. Ratusan siswa tumpah ruah ke jalanan dalam agenda Fun Run. Bendera start yang dikibarkan menjadi simbol bahwa untuk mendaki puncak prestasi, diperlukan ketangguhan mental dan fisik yang prima. Kegembiraan ini mencapai puncaknya di garis finish, di mana panggung utama bergetar oleh penampilan guest star yang memukau, diselingi pengundian doorprize yang membuat jantung para siswa berdegup kencang dalam harmoni tawa dan tepuk tangan.
Memasuki hari ketiga, Rabu, 11 Februari 2026, suasana berubah menjadi lebih syahdu namun tetap kompetitif. Sekolah ini membuka pintu lebar-lebar bagi institusi lain di seluruh Kota Madiun untuk berlaga dalam Lomba Banjari tingkat SMP Negeri dan Swasta. Gema rebana dan lantunan pujian kepada Allah Subhanahu Wata’ala bersahutan, menunjukkan bahwa SMP Bintang Timur adalah pusat pelestarian budaya religi yang nyata. Persaingan ketat antar-grup terbaik se-kota ini menjadi bukti betapa tingginya minat generasi muda terhadap seni Islami yang mendalam.
Dan rangkaian Puncak dari seluruh maraton kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026. Dimana Acara puncak ini dihadiri oleh jajaran tokoh penting pendidikan Kota Madiun, termasuk Slamet Hariyadi, S.Pd., M.Pd. selaku Kabid Kurikulum, Pembinaan Bahasa dan Sastra Dinas Pendidikan Kota Madiun, Kabid Pengelolaan, pengawas SMP, hingga komite sekolah, berlangsung dengan sangat khidmat. Dalam sambutannya, Kepala SMPN 11 Madiun, Moch. Agus Setiono, S.Si., M.Pd., menyampaikan pesan mendalam mengenai tema besar yang diangkat tahun ini: SEMAR’S.
“Melalui tema SEMAR’S—Sinergi, Edukatif, Mandiri, Aktif, dan Religius—kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara kognitif, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual. Nama ‘Semar’ kami ambil dari tokoh punokawan yang bijak, sabar, dan memiliki karakter kepemimpinan yang mengakar. Inilah jati diri yang kami harapkan dari murid-murid SMPN 11,” ungkap Moch. Agus Setiono dengan penuh optimisme.
Sisi religiusitas tersebut semakin dipertegas dengan hadirnya K.H Anas Mubayin, S.Pd.I, M.Pd., pengasuh Pondok Pesantren Darunnajah Madiun, yang memberikan penguatan karakter melalui tausiyah tentang pentingnya adab di atas ilmu. Di tengah harmoni religi tersebut, panggung kehormatan beralih menjadi saksi nyata kepedulian terhadap kesejahteraan siswa melalui pembagian kacamata gratis kepada 50 siswa hasil kolaborasi dengan My Optik. Langkah ini menegaskan komitmen sekolah dalam mendukung kenyamanan belajar siswa secara paripurna. Setelah momen penuh empati tersebut, panggung kembali menjadi pusat perhatian dalam sesi apresiasi bagi para jawara lomba LCC, kebersihan kelas, hingga kreativitas paguyuban dalam menghias kue tart, yang semuanya disambut dengan tepuk tangan penuh kebanggaan.
Di sisi utara sekolah, para tamu undangan dibuat terpukau oleh pameran seni yang tidak biasa. Pameran Batik Seribu Retakan, juga kombinasi batik abstrak dan kontemporer hasil kreativitas tangan dingin siswa dan guru. Motif retakan ini bukan sekadar pola, melainkan simbol bahwa dari setiap tantangan atau “retakan” hidup, dapat lahir keindahan yang bernilai tinggi jika dikelola dengan ketekunan. Tak jauh dari sana, Perpustakaan Duta Wacana turut memamerkan buku-buku dan permainan edukatif, berdampingan dengan deretan publikasi dan prestasi yang membuktikan bahwa SMPN 11 terus merayakan ilmu pengetahuan.
Kehadiran perwakilan Dinas Pendidikan memberikan legitimasi bahwa langkah SMPN 11 Madiun dalam menyelaraskan nilai tradisional dengan tuntutan modernitas sudah berada di jalur yang tepat. Penguatan karakter religius yang dipadukan dengan literasi dan seni budaya adalah formula jitu dalam mencetak profil Pelajar Pancasila. Seiring dengan berakhirnya prosesi perayaan ini, riuh rendah kemeriahan mungkin perlahan mereda, namun gelora semangat SEMAR’S dipastikan akan terus mengakar dan berdenyut di setiap sanubari warga sekolah. SMPN 11 Madiun, sang Bintang Timur, telah memancarkan cahaya pembuktian bahwa mereka kini kian siap melesat, mengakselerasi prestasi, dan mentransformasi generasi muda menjadi sosok pemimpin masa depan yang bijak, tangguh, dan religius demi kejayaan Indonesia.Selamat Milad SMP N 11 Ke 47 Tahun.Semoga Mencetak Generasi Penerus Bangsa Yang Siap Bersaing Di Era Globalisasi Menyambut Indonesia Emas 2045.(***).









