Madiun.Panjinasionalnews.com.Momen Bersih Desa adalah tradisi upacara adat masyarakat Jawa yang dilakukan sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen, keselamatan, serta berkah yang melimpah, sekaligus memohon perlindungan dari segala mara bahaya.Seperti halnya Kegiatan Bersih Desa yang dilaksanakan setiap tahun di Desa Ngepeh,Kec Saradan,Kab.Madiun . Dimana kegiatannya dilaksanakan di setiap dusun sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan rasa syukur kepada Allah SWT.

Menurut keterangan Kepala Desa Ngepeh,Deny Utomo bahwa makna dan tujuan Bersih Desa adalah:
-Untuk Berterima kasih atas rezeki, kesehatan, dan hasil bumi.
-Untuk Tolak Bala: Membersihkan desa dari pengaruh buruk atau penyakit. —
-Untuk Solidaritas Sosial: Mempererat kebersamaan dan kerukunan warga.
Adapun rangkaian kegiatan umum Gotong Royong (Gugur Gunung) adalah: Warga bersama-sama membersihkan lingkungan, saluran air, dan fasilitas umum.
“Bersih Desa bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar warga. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat berkumpul, saling berinteraksi, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap desa. Nilai-nilai budi pekerti luhur, gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian sosial yang diwariskan para leluhur tetap terjaga di tengah perkembangan zaman,” jelas Kades Deny Utomo.

Lebih lanjut Kepala Desa Ngepeh Deny Utomo menjelaskan bahwa Kegiatan Bersih Desa Ngepeh diawali dengan kerja bakti membersihkan lingkungan desa, jalan, saluran air, tempat ibadah, hingga ziarah makam leluhur. Selain mengunjungi dan mendoakan para pendahulu ,ziarah makam juga bertujuan untuk mengenang jasa para pendahulu yang telah merintis, membangun, serta mengayomi masyarakat semasa hidup mereka, serta merawat sejarah desa.
Ziarah makam leluhur ini juga sebagai pengingat bagi para pemimpin desa yang masih menjabat akan pentingnya keteladanan, amanah, dan pengabdian tanpa pamrih yang diwariskan oleh para pendahulunya. Ziarah ini diikuti oleh kepala desa ,anggota Badan Permusyawaratan Desa, Perangkat Desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Setelah ziarah makam leluhur, prosesi Bersih Desa dilanjutkan dengan doa bersama atau selamatan sebagai ungkapan syukur atas hasil panen, kesehatan, keselamatan, dan harapan agar desa dijauhkan dari berbagai musibah.(Red)









