Jakarta.Panjinasionalnews.com.Presiden Prabowo Subianto memimpin pembahasan terkait program stimulus ekonomi dan sejumlah program pemerintah di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 30 September 2026.

Dari pembahasan tersebut, sejumlah hal menjadi perhatian, di antaranya:
1. Untuk kuartal IV tahun 2026, pemerintah menyiapkan sejumlah program untuk menjaga daya beli masyarakat. Salah satunya pembukaan rekening bagi warga negara berusia di atas 17 tahun yang diarahkan kepada masyarakat hingga desil 4. Besaran dan sasaran penerima masih dalam proses pengecekan bersama kementerian terkait.
2. Pemerintah juga mengonfirmasi bantuan pangan berupa 10 kg beras untuk periode tiga bulan, yang akan diberikan sekaligus untuk periode Oktober hingga Desember kepada 33.244.408 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada desil 1 sampai 4.
3. Bantuan Subsidi Upah (BSU) kembali diberikan untuk tiga bulan dengan besaran Rp300 ribu per bulan dan dibayarkan sekaligus. Program ini ditujukan kepada sekitar 13,3 juta pekerja.
4. Untuk tahun 2027, sejumlah program yang telah berjalan pada tahun ini akan dilanjutkan dan diperluas. Program Magang di Kementerian Ketenagakerjaan direncanakan dilanjutkan untuk 150 ribu peserta, sementara Program Vokasi akan dilanjutkan untuk 300 ribu orang.
5. Pemerintah juga akan melanjutkan insentif PPh Pasal 21 Ditanggung Pemerintah bagi pekerja dengan penghasilan di bawah Rp10 juta per bulan. Jika tahun ini diberikan kepada pekerja di sektor padat karya dan pariwisata, pada tahun 2027 insentif tersebut direncanakan mencakup seluruh sektor dengan sasaran sekitar 7,5 juta pekerja.
6. Di sektor perumahan, fasilitas PPN Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) direncanakan dilanjutkan pada 2027 untuk pembelian rumah hingga Rp2 miliar, termasuk skema fasilitas untuk rumah dengan harga hingga Rp5 miliar dengan dasar insentif sebesar Rp 2 miliar.
7. Pemerintah juga membahas keberlanjutan relaksasi iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) bagi pekerja bukan penerima upah. Selain itu, manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) selama 6 bulan akan disesuaikan berdasarkan kelompok penghasilan pekerja. Ketentuan ini masih dalam tahap pematangan bersama Kementerian Keuangan.
8. Pemerintah menyiapkan program KPR bersubsidi baru bagi masyarakat berpenghasilan tetap sekitar Rp17 juta per bulan, dengan bunga kredit sebesar 6 persen dan nilai rumah hingga Rp500 juta. Program ini melengkapi skema sebelumnya yang ditujukan bagi pelaku UMKM dengan penghasilan tidak tetap.
9. Untuk mendukung industri perhiasan, pemerintah juga membahas penyesuaian regulasi agar industri dapat memanfaatkan fasilitas PPN untuk produk dengan kandungan logam mulia berkadar 99,9 persen. Penyesuaian tersebut akan dilakukan melalui perbaikan regulasi terkait.

Berbagai program tersebut masih melalui proses pematangan dan penyiapan regulasi sebelum dapat diimplementasikan.
Dengan menjaga daya beli masyarakat pada kuartal IV sekaligus melanjutkan program penguatan tenaga kerja, perlindungan pekerja, dan sektor perumahan pada tahun 2027, pemerintah terus menyiapkan langkah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Rapat turut dihadiri Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, Chief Technology Officer Danantara Sigit Puji Santosa, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
(Sumber: Setkab RI)









