Madiun.Panjinasionalnews.com.Akhirnya Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak., secara resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan Sigit Budiarto sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kabupaten Madiun di Pendopo Muda Graha. (29/4/2026).

Pelantikan Sigit Budiarto dilakukan berdasarkan hasil serangkaian proses seleksi terbuka (open bidding) yang kompetitif dan transparan. Sebelum resmi menyandang status definitif, Sigit telah lama mengabdi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) hingga Penjabat (Pj) Sekda. Selain melantik Sekda, dalam kesempatan yang sama Bupati juga melantik dua pejabat lainnya, yakni Hermin Indah Palupi sebagai Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dispendukcapil dan Rejeki Eni Damayanti sebagai Kasubag Keuangan di instansi yang sama.(Dilansir dari sumber prokopim).
Dalam arahannya, Bupati Hari Wuryanto menekankan bahwa penetapan ini telah melalui tahapan regulasi manajemen ASN yang ketat serta telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat dan provinsi. Sigit dinilai memiliki keunggulan kompetitif dalam hal pengalaman, kemampuan manajerial, serta kepemimpinan yang kuat dibandingkan kandidat lainnya.
“Sekretaris Daerah memiliki peran vital sebagai motor koordinasi pemerintahan. Kami berharap pejabat yang baru dilantik mampu mendorong peningkatan pelayanan publik serta percepatan pencapaian program pembangunan,” tegas Bupati Hari Wuryanto. Beliau juga mengingatkan bahwa jabatan ini adalah amanah besar yang menuntut integritas dan profesionalitas tinggi dengan selalu berorientasi pada kepentingan masyarakat luas.
Dalam perjalanan kariernya,Sigit Budiarto sebagai birokrat tulen yang merintis karier dari bawah. Alumnus Sosiologi Universitas Muhammadiyah Malang ini memiliki rekam jejak panjang di Pemkab Madiun, mulai dari Sekretaris BKD, Kepala Bakesbangpol, hingga Kepala Dispendukcapil. Pengalamannya yang lahir dan tumbuh dari desa kecil di Pilangkenceng membentuk karakter kerja keras yang kini ia bawa ke kursi Sekda.
Sigit Budiarto menyatakan siap tancap gas. Ia menegaskan akan segera melakukan konsolidasi internal antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna menyelaraskan langkah dalam mewujudkan visi-misi kepala daerah.
“Sebagai koordinator OPD, kami akan mendorong inovasi di setiap perangkat daerah. Di tengah keterbatasan fiskal, inovasi menjadi kunci untuk meningkatkan pelayanan dan pendapatan daerah,” ujar Sigit.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seluruh program kerja ke depan harus memiliki dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat. Sigit juga berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi birokrasi, termasuk opsi penggabungan OPD jika diperlukan, demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih ramping dan efektif.(***).









