Madiun.Panjinasionalnews.com.Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pertanian dan Perikanan menggelar agenda “Sinergisitas Peran Strategis Petani dalam Rangka Mendukung Ketahanan Pangan menuju Kabupaten Madiun Bersahaja” di Ruang Rapat Eka Kapti, Pusat Pemerintahan (Puspem) Mejayan.(Dilansir dari sumber: Humas Prokopim).

Forum ini digelar sebagai bentuk langkah nyata Pemkab Madiun dalam menindaklanjuti program strategis nasional terkait kedaulatan pangan. Selain itu, kegiatan ini berlandaskan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2025 tentang RPJMD Kabupaten Madiun, khususnya implementasi Misi Ke-3 yaitu pembangunan ekonomi melalui program unggulan Petani dan Peternak Sejahtera (Pepes).
Bupati Madiun H. Hari Wuryanto S.H. M.Ak menegaskan pentingnya kolaborasi dan sinergi lintas sektor—terutama antara pimpinan daerah, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), dan para petani sebagai garda terdepan—guna mencapai efisiensi produksi dan kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Madiun menindaklanjuti program strategis nasional melalui program unggulan Pepes guna mewujudkan pertanian yang mandiri, berdaya saing, dan menyejahterakan masyarakat,” ujar Bupati Madiun Hari Wuryanto.
Di tengah ancaman kekeringan, Bupati juga mengingatkan petani untuk menerapkan efisiensi manajemen air agar tidak ada sumber daya yang terbuang sia-sia (muspro).

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, Ndaru Kendaryanto, menyampaikan bahwa pihak Pemkab telah mengusulkan bantuan irigasi perpompaan di 30 titik yang tersebar di 15 kecamatan ke pemerintah pusat untuk mengantisipasi terjadinya kekurangan air pada musim kemarau ini.
“Verifikasi proposal sudah rampung di Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian pada 27 Juli lalu. Ini akan mempercepat penanganan hambatan produksi dari sektor hulu hingga hilir,” pungkas Ndaru.(***).









