Surabaya.Panjinasionalnews.com.Sinergi antara pemerintah daerah dan sektor perbankan kembali diperkuat melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk yang digelar di Surabaya, Rabu (6/5). Kegiatan ini dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, jajaran komisaris dan direksi, serta para pemegang saham beserta Bupati dan Walikota se-Jawa Timur.
Dalam forum tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari persetujuan laporan tahunan tahun buku 2025, penetapan penggunaan laba bersih, pemberian kuasa persetujuan KAP, pelaporan penggunaan dana PUB, pengkinian recovery plan, hingga perubahan susunan pengurus.
Gubernur Khofifah memberikan penekanan akan pentingnya penguatan pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, serta mendorong kepala daerah untuk aktif berkoordinasi dengan Bank Jatim agar akses pembiayaan semakin optimal.
“5,99% ini adalah new hope bagi pelaku usaha. Yang tiga persen untuk usaha mikro ini tetap harus diberikan penguatan. Mohon para bupati dan wali kota pemegang saham dikomunikasikan dengan Kacab Bank Jatim di daerah masing-masing,” ujarnya.
Lebih lanjut Gubernur Khofifah mengingatkan bahwa tantangan industri perbankan ke depan semakin kompleks, baik dari sisi persaingan maupun risiko digital. Sebagai pemegang saham, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga mendorong penguatan peran Bank Jatim melalui peningkatan pembiayaan sektor produktif, sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB), serta inovasi layanan.
“Kompetisi di industri perbankan semakin ketat, tidak hanya antar sesama bank, tetapi juga dari fintech dan berbagai platform digital. Di sisi lain, perubahan perilaku nasabah serta meningkatnya risiko siber dan reputasi menuntut kesiapan yang lebih tinggi,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menyampaikan bahwa pelaksanaan RUPST menunjukkan kinerja Bank Jatim yang terus meningkat.
“RUPS 2025 ini merupakan laporan pertanggungjawaban direksi Bank Jatim. Alhamdulillah capaian tahun 2025 meningkat signifikan, mulai dari pendapatan, laba bersih, hingga dana pihak ketiga. Hal ini tentu berdampak pada peningkatan dividen, sehingga di Madiun diharapkan juga akan meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.
Diharapkan melalui kegiatan RUPST ini, Bank Jatim diharapkan semakin memperkuat perannya sebagai bank daerah yang kompetitif dan berdaya saing, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, termasuk Kota Madiun.
Plt wali kota juga menekankan pentingnya sinergi antara Bank Jatim dan pemerintah daerah ke depan. Ia berharap Bank Jatim dapat terlibat dalam program-program pemerintah daerah, khususnya di bidang sosial.
“Bank Jatim selain sebagai perusahaan bisnis juga memiliki peran sosial. Diharapkan dapat bersinergi dengan pemerintah kota dan kabupaten dalam mewujudkan Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara. Kami berharap Bank Jatim juga dapat terlibat dalam program-program Pemkot, khususnya program sosial, sehingga terbangun sinergi yang kuat antara Bank Jatim dan Pemerintah Kota Madiun,” imbuhnya(***).









