Jakarta.Panjinasionalnews.com.MK telah mendengar keterangan dari para Pemberi Keterangan, yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Atase Pendidikan KBRI Singapura, serta Atase Pendidikan KBRI Australia.
Dalam persidangan, Atase Pendidikan KBRI Australia, Yuli Rahmawati, menerangkan mengenai sistem pengakuan institusi pendidikan di Australia melalui Tertiary Education Quality and Standards Agency (TEQSA), termasuk legalitas UTS Insearch yang berstatus terpisah namun terkait erat dengan UTS dalam menyelenggarakan program diploma dan foundation studies.
Sementara itu, Atase Pendidikan KBRI Singapura, Nur Aeni Ariyanti, menjabarkan sistem pendidikan berjenjang di Singapura yang dikelola terpusat oleh Ministry of Education (MOE), guna menguraikan kedudukan sekolah seperti Orchid Park Secondary School dan lembaga pendidikan swasta di Singapura.
Adapun Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa surat keterangan penyetaraan pendidikan luar negeri adalah dokumen administratif untuk menentukan padanannya dalam sistem pendidikan nasional, bukan proses menerbitkan ijazah baru. Dokumen aslinya tetaplah yang dikeluarkan oleh institusi di luar negeri. Ia juga menegaskan bahwa Kemendikdasmen memiliki kewenangan sah secara regulasi untuk memfasilitasi penilaian penyetaraan tersebut.
Inilah yang melatarbelakangi sidang di MK tersebut, bahwa Dalam keterangan Sidang lanjutan PHPU di MK tersebut terungkap bahwa Atase Pendidikan KBRI Singapura dan Australia menyatakan tidak menemukan arsip dokumen terkait pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Keterangan tersebut disampaikan dalam sidang lanjutan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat (2/10/2026).Saat Hakim Konstitusi Saldi Isra memastikan apakah kondisi tersebut berlaku sejak Gibran masuk hingga meninggalkan Singapura, Nur Aeni membenarkannya.
Keterangan serupa disampaikan Atase Pendidikan KBRI Canberra Yuli Rahmawati ketika ditanya mengenai dokumen seperti sertifikat hingga catatan terkait proses pendidikan Gibran di Australia. (Dikutip dari sumber media majuIDN).
(Sumber: #MKRI)









