Madiun.Panjinasionalnews.com.Bulan Muharam atau Bulan Sura dalam bulan Jawa merupakan bulan yang sering dipakai untuk melakukan ritual. Salah satu ritual adalah bersih desa atau suran seperti yang telah dilaksanakan oleh warga desa Bulu, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.
Warga Dukuh Kedungbrubus baru atau bulu 3 Desa Bulu Kecamatan Pilangkenceng madiun menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan mendatangkan dalang terkenal, Ki Dhimas panjalu wasesawasis dan Ki mujahid bintang budyarso. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan bersih desa yang rutin diadakan setiap tahunnya.
Lokasi acara tersebut dilakukan di halaman rumah Kasun desa bulu bpk salimo.
Pagelaran wayang kulit ini diadakan Jumat siang (12/06/2026) dimulai pukul 10 sampai selesai dan dilanjut malam pukul 20 sampai selesai.kegiatan ini menyedot perhatian masyarakat untuk menyaksikannya kemeriahan acara tersebut selain itu dilokasi juga sudah tampak puluhan stand pelaku UMKM yang menjajakan dagangannya.
Pemdes bulu Ismilah suciati S, sos. menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan bersih desa ini terdiri dari beberapa acara, seperti bersih makam leluhur, dzikir tahlil hingga kenduri, dan puncak acaranya adalah pagelaran wayang kulit. “Bersih desa ini merupakan tradisi yang harus tetap dilestarikan sehingga semangat gotong royong tetap ada di masyarakat,” tegasnya.
Menurut beliau bersih desa ini memang rutin diadakan setiap satu tahun sekali.
Selain sebagai hiburan masyarakat, pagelaran wayang kulit dan seluruh rangkaian kegiatan bersih desa memiliki nilai-nilai edukatif dan kultural yang penting untuk dilestarikan. “Kami berharap dengan adanya bersih desa, warga masyarakat menjadi lebih guyub rukun, menjadikan masyarakat lebih damai dan makmur kedepannya, ujarnya.
Masih menurut beliau bersih desa juga menjadi sarana efektif untuk melestarikan budaya lokal dan memperkenalkan nilai-nilai tradisional kepada generasi muda. Pemdes bulu menekankan pentingnya keterlibatan seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga dan melestarikan tradisi ini agar tidak luntur oleh perkembangan zaman.(***).









